Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ILMU JIWA ANAK-ANAK


Membahas tentang anak-anak bahwa anak adalah ketika seseorang melum mengalami masa puberitas, dan tidak bisa di anggap sebgai orang dewasa yang ukuran kecil, karena sesorang dikatakan dewasa bukan dilihat dari besar kecilnya ukuran seseorang. 

Berhubungan dengan perkembangan psychologi, terjadi keinsyafan pada tahun 1880, suatu pengetahuan tentang perkembangan seorang anak-anak yang disebut pedologi yang meliputi :

  1. Perkembangan Jasmani.
  2. Perkembangan Rohani.
  3. Mileu Anak-anak.
  4. Keturunan Anak-anak.
Pedologi sendiri tidak termasuk psychologi anak-anak, yang mana lapangan pedologi lebih luas dari lapangan ilmu jiwa anak-anak.dan yang masuk ke psychologi anak-anak hanyalah perkembangan rohaninya saja, bisa dikatakan bahwa ilmu jiwa anak-anak adalah sebagian dari pedologi.

Baca juga : 2 Cara Mengubah File Txt ke Mp4

sejak dari tahun 1762 telah disesali bahwa sanya pendidikan yang diajarkan tidak mengetahui betul maslah jiwa anak-anak yang di didik, padahal pengetahuan sangat lah penting sekalipun bagi pendidikan. sejak tahun itu banyak lah para ilmuan yang mendalami tentang psychologi anak-anak secara ilmiah yaitu pada tahun 1787 oleh Dietrich Tiedeman, dan banyak lagi para ilmuan yang mendalaminya.

Beberapa ahli yang mempelajari Psychologi anak-anak :

  1. Tracy yang menulis "The Psychologi of Childhood" (1893).
  2. Stanley Hall yang menulis "Adolescense" (1904).
  3. W. Stern yang menulis "Psychologie der friihen kindheit".
Mempelajari jiwa anak-anak sangat lah jauh dari kata mudah, karena:

  1. Anak-anak itu bukan lah orang dewasa ukuran kecil akan tetapi "bakal manusia", yang akan bertentangan dengan benar dan salahnya akan suatu keadaan dan pendapat. terlebih jika di ungkit ke kehidupan rohaninya. yang mana dia dapat berpikir, merasakan, berkehendak, dan berbuat apa saja dengan caranya sendiri, yang beda dengan kelakuan dan acara orang yang telah dewasa.
  2. Sebagian anak telah pandai untuk menyembunyikan isi jiwanya yang sebenarnya yang dirasakannya.
Baca juga : 
 Kesimpulan 

Anak-anak bukan lah orang dewasa berukuran kecil, antara keduanya sangat lah berbeda dari segi pemikiran, perasaan, perbuatan. karen seorang hanya melakukan apa yang ingin dilakukan nya tanpa berpikir akibat yang akan ditimbulkan terhadap yang dilakukan. beda hal nya orang dewasa mereka sudah pasti tahu sebab yang akan terjadi dengan apa yang dikerjakannya, baik resiko, manfaat kegunaan yang dilakukan. 


"berikanlah pengajaran kepada anak-anak dengan menuruti kemauan dia supaya dia lebih senang dan mudah dalam memahami pembelajaran"