Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Saja Hukum-Hukum Perkembangan Pada Anak-Anak

  
Apa Saja Hukum-Hukum Perkembangan Pada Anak-Anak

Para ahli ilmu jiwa anak menjelaskan Apa Saja Hukum-Hukum Perkembangan Pada Anak-Anak dan banyak penjelasannya di pencarian Google. Dalam perkembangannya rohani yang normal pada anak-anak berkuasa pada beberapa aturan yang berlaku bagi semua individu. Berikut yang perlu dipahami:

Hukum Bertahan dan Berkembang Sendiri.

Dimasa peerkembangan anak terdapat 2 dorongan yaitu

  • Dorongan bertahan berupa dorongan makan, dan untu mempertahankan diri. Dorongan ini dapat dinamai dengan pemeliharaan.
  • Dorongan untuk berkembang sendiri yang mana dorongan ini menjadikan anak ingin mencari kepandaian dan pelajaran baru, dan bisa dilihat dari kemauan bermain dan bergerak. Dorongan ini dinamai dengan pencarian.

Hukum Konvergensi

Adalah yang mana manusia memiliki pemikiran sendiri untuk menentukan apa saja pilihannya dengan bebas.

Hukum ini sangat besar pengaruhnya pada anak terlebih pada perkembangan dari:Pembawaan atau Milieu?

Pembawaan adalah segala kesanggupan seseorang ketika lahir kedunia dan harus medapatkan pendidikan agar berkembang. Seperti : Bahasa, Berbicara, dsb.

Milieu adalah semua yang disekitar anak-anak dan dapat berpengaruh terhadap pendidikan anak-anak. Seperti: Orang, Tumbuh-tumbuhan, Hewan, dsb.

Maka dengan tenaga batinnya seorang anak sudah mengembangkan pembawaannya dan selanjutnya dibantu oleh milieunya. Hukum ini juga berlaku pada jasmaniah dan rohaniah anak-anak.

Baca Juga : metode psykologi anak-anak

Hukum Tempo Perkembangan

Pada umumnya anak yang normal memiliki perjalanan dan perkembangan yang sama, sesuai dengan alamnya. Tapi ada yang lebih cepat dalam perkembangan ada yang lambat perkembangannya, dalam artian lain setiap anak mepunyai tempo perkembangan masing-masing.

Hukum ini sangat penting pada pendidikan anak tidak dengan dipaksakan karena bisa lambat laun si anak kembali pada temponya yang semula. lebih jelasnya ada di epsikologi.com

Yang harus diingat:

  1. Jangan terlalu memaksakan berlebih-lebihan untuk mempelajari sesuatu yang belum dalam perkembangannya.
  2. Tidak terlalu memaksakan perkembangan rohaninya karena bisa mengganggu kesehatan jasmaninya.
  3. Kita tidak boleh memaksa seorang anak sanggup menyelesaikan secara bersamaan karena mereka mempunyai tempo berpikir yang berbeda.
  4. Kita harus memantau saat satu fungsi menonjol seorang anak dan menuntut supaya mendapatkan latihan yang maksimal.

Masa Peka

Ialah masayang hanya datang sekali pada setiap makhluk selama hidupnya dimana akan muncul satu fungsi yang menonjolkan diri secara tegas yang menuntut akan suatu letihan supaya bisa berkembang. Pada masa ini seorang anak peka terhadap perangsang-perangsang tertentu.

Hukum Irama Perkembangan

Suatu perkembangan itu tidak akan berjalan lurus akan tetapi aka nada masanya berlika-liku dan penuh kegoyanagan. Maka perkembangan itu dinamakan irama perkembangan.

Dimana ketika berada dimasa berhenti seakan anak itu mulai mengumpulkan tenaga atau bahan yang baru untuk melanjutkan perkembangannya.

Seperti seorang anak belajar berjalan awal nya kelihatan si anak akan snggup berdiri dan berjalan, akan tetapi pasti ada jatuh lagi dan lagi dan ketika itulah seorang anak itu mengumpulkan tenaga dan mencoba sampai bisa.

Hukum Deretan Perubahan-Perubahan Penjelmaan

Setiap anak mempunyai zaman untuk ingatan, seperti: zaman untuk perasaan, dan sbagainya.

Dan fungsi yang bermacam-macam tersebut tidak akan sama dalam kecepatan matangnya. Jika telah tiba masa pekanya dan dibantu dengan perangsang yang serasi, maka perkembangannya akan cepat melaju.

Baca juga: ilmu jiwa anak-anak

Hukum Kesatuan Organis

Dalam hokum ini memgartikn bahwa anak itu adalah satu pribadi, yang merupakan satu kesatuan. Yang mana tidak terlepas dari fungsi-fungsi yang lain dan berkembang secara bercampur-campur.

Seperti perkembangan ingatan terjadi bersamaan dengan dibantu oleh perkembangan perhatian dan kesanggupan pengamatan.

Hukum Pertumbuhan Sentral

Adalah bagian sentral dari bagian syaraf , otak, tidak saja bertumbuh besar akan tetapi berfungsi berfikir menjadi lebih penting kedalam kehidupan anak-anak. Anak kecil itu bersifat sensu-motoris yang maksudnya: kesan-kesan syaraf sensoris serta merta mnimbulkan gerak syaraf motoris.

Contoh : jika seorang anak melihat bola, maka secara sensor otaknya akan langsung menendangnya.

Kesimpulan

setiap anak mempunyai tahapan-tahap dalam hal polaperkembangannya, jadi kita tidak perlu memaksakan apa yang harus disukai atau dicapainya, kita cuma mengawasi dan memantai supaya kita bisa menempatkan kemana yang di minati sang anak. lebih jelas lagi tentang psykologi anak kunjungi atau konsultasi di alodokter.com 

 

 

loading...